Kenapa ersop tidak
bisa disebut sebagai senjata ???
Pada dasarnya
"senjata" adalah sebutan untuk suatu media yang dapat berupa benda,
tindakan, ucapan, dll yang digunakan untuk menjatuhkan, meng-counter, atau
melumpuhkan seseorang atau sesuatu.
senjata sendiri dapat
dikategorikan sebagai:
-Senjata Mematikan.
-Senjata tidak
mematikan.
-Senjata mainan.
SENJATA
MEMATIKAN
Dari nama diatas bisa dibayangkan bahwa senjata yang
digunakan dapat berpotensi menghilangkan nyawa atau memiliki daya rusak yang
besar. Tidak harus berbentuk senapan, tapi apapun itu selama dianggap
dapat berpotensi besar membahayakan nyawa seseorang.
SENJATA TIDAK MEMATIKAN
Senjata jenis ini adalah senjata yang
potensi untuk menghilangkan nyawa seseorang kecil, atau setidaknya hanya dapat
melumpuhkan tanpa ada resiko kehilangan nyawa.
SENJATA MAINAN
Adalah senjata yang pemanfaatannya hanya sebagai media
hiburan dengan potensi untuk mematikan atau melumpuhkan sangat kecil. Pada
dasarnya semua benda di dunia dapat dijadikan sebagai senjata. namun semuanya
itu haruslah dipandang berdasar jenisnya tersebut.
sebuah batu pada kodratnya bukanlah senjata, tapi
terkadang pemanfaatannya dapat dijadikan sebagai senjata. dan ini artinya
pemanfaatan tersebut telah melampui kodrat batu tersebut. dan tentunya ini
salah.
Sebuah benda yang pada dasarnya
dibuat,dibentuk,diciptakan sebagai jenisnya (seperti yang disebut di atas)
adalah benar apabila dimanfaatkan sesuai jenisnya tersebut.
Dalam hal ini, dimanakah posisi ersop?
Ersop tentunya berdasarkan jenisnya berada pada jenis
mainan dimana pemanfaatannya hanyalah sebatas untuk hiburan belaka tanpa ada
unsur untuk saling menyakiti, oleh karena itu adalah hal yang bijak agar kita
tidak merubah fungsi ersop menjadi benda yang yang dapat melukai atau bahkan
mencelakai orang lain.
kenapa
ersop tidak boleh disebut senjata?
Di
dunia ini kita tidak dapat berharap semua orang akan tahu dan paham dengan apa
yang kita pikir, begitu juga komunitas ersop. Kita yang paham mungkin mengerti
memang benar ersop adalah senjata...tapi senjata mainan dan seperti
diatas..kita tahu apa tujuan dari senjata mainan tersebut.
Masyarakat awam umumnya menganalogikan
"senjata" sebagai suatu benda yang berbahaya, dapat melukai, atau
bahkan menghilangkan nyawa seseorang.
Sebelumnya tentu kita tahu, dalam suatu masyarakat
budaya apapun bentuknya apapun kelasnya pastilah memiliki suatu etiket. coba
anda pikir, kebudayaan atau kelompok masyarakat mana yang tidak memiliki etika
atau kaedah? tentu semuanya ada, bahkan preman-pun memiliki kaedah, aturan,
norma, etika yang mesti mereka taati dan kita sebagai suatu komunitas ersop memiliki etika tersebut, agar jalannya komunitas ini dapat
dilaksanakan dengan baik sebagaimana tujuan utama dari komunitas ini.
Oleh karena itu komunitas ersop di indonesia memiliki etika untuk
menghilangkan kata "senjata" untuk menyebut ersop dengan maksud agar
masyarakat terbiasa menganggap dan memandang ersop sebagai mainan yang tidak
berbahaya serta untuk memperkenalkan kepada masyarakat awam bahwa ersop adalah
suatu hobi dan olahraga yang tidak mengerikan. Dari sini saya anggap pembaca
dapat paham.
Terus mungkin ini anda anggap mengada-ngada atau
berlebihan, silahkan. Anda bebas beropini. Tapi beropinilah dengan cerdas. Saya
tidak melarang siapapun yang masuk ke forum ini untuk ikut menyebut airsoftgun
sebagai mainan atau cukup ersop saja. Anda bebas menyebutnya sebagai
apa…senjata?oke...terserah anda. Tapi sebagaimana komunitas sosial lainnya,
bila anda tidak mengikuti etika…silahkan anda bergabung dengan komunitas lain.
aparat berwenang kah?
atau kita sendiri?
Anda bisa saja
berbicara bahwa mereka (pemerintah dan aparat) tidak mengetahui ersop
sebenarnya..apakah dengan begitu mereka salah?
Analoginya....
Anda tinggal di suatu rumah,tapi anda tidak pernah
keluar rumah(besosialisasi) anda hanya melakukan apa yang anda tahu. Akhirnya penduduk sekitar men-judge anda sebagai
seorang penjahat atau teroris, dan akhirnya anda ditangkap atau setidaknya di
proses di kemanan setempat.
siapa yang disalahkan?
anda?
atau penduduk?
Dengan etika seperti itulah kita
mensosialisasikan bagaimana ersop sebenarnya, Kita
harus dapat menunjukkan bahwa kita memiliki aturan, memiliki visi dan tujuan. Sehingga nantinya diharapkan kita akan
lebih diterima oleh masyarakat. Dan dengan menunjukan kepada pemerintah
dan aparat bahwa kita memiliki aturan yang tegas maka merekapun akan
mempercayakan segala aktifitas kita tanpa ada gangguan dari mereka. Tapi bagaimana apabila kita tidak
memiliki aturan?? Pemerintah akan mengeluarkan aturan mereka sendiri yang
tentunya tidak akan sesuai dengan apa yang menjadi kenyataan di komunitas ersop
itu sendiri.
Saya anggap disini pembaca dapat
mengerti dan memahami, dan mau
bekerjasama untuk mengharumkan nama ersop di bumi Indonesia.
sumber : Putra "Parker" Poerba

Tidak ada komentar:
Posting Komentar